Jumat, 10 Mei 2013

Mata, Hati, Telinga

Salam Muslimah! Bagi yang Non-Muslim tapi masih percaya Tuhan, Salam Saudara! Bagi yang atheis, salam........................... yah semoga segera diberi petunjuk :)

Malam ini, mungkin bukan malam yang tepat untuk membuka mata, hati, dan telinga kamu. Tapi, suatu saat, mungkin barulah kamu bisa membukanya

Bisa melihat, bukan berarti tidak buta. Bisa mendengar, bukan berarti tidak tuli. Bisa merasakan, bukan berarti punya hati.

Sejak saat "masa remaja", aku mulai mengenal 3 kalimat jitu ini. Aku ternyata orang yang buta, tuli, dan tak punya hati.

Aku buta, karena ternyata, aku lebih banyak mengeluh dibanding melihat seberapa derasnya arus kehidupan.

Kalian ngerti ngga sih?

Aku mengeluh dengan jumlah novelku yang juga belum menumpuk 1 laci, ditengah anak-anak lain yang sama sekail belum pernah menyentuh buku.

Semua aku pandang sebelah mata. Semua serba aku, aku, dan aku. Jika hidup ini hanya aku, rasanya tidak mungkin

Jika hidup hanya menjalankan ego saja, lalu, kapan giliran hati yang dijalankan? Perasaan "ingin" pasti tidak bisa terelakkan. Aku tau itu. Tapi, tidak mungkin semua di dunia ini milik aku

Tuli, ini lebih miris. Kamu lebih banyak menggunakan diksi untuk berbicara, tapi itu tidak bisa menjadikan kamu tuli. Hidup ini harus setengah kosong setengah isi. Layaknya gelas yang diisi setengah. Sebanyak kamu berbicara, sebanyak itu pulalah kamu mendengar. Bukan seperti pemerintah yang melulu berkoar-koar tapi tak pernah mendengar masyarakatnnya yang merintih. Bukan seperti rakyatnya juga yang melulu mengeluh tapi tak pernah mendengarkan solusi yang sudah berkali-kali diberikan.

Hati. Ini adalah bagian dari kehidupan yang paling indah, namun, paling bisa disalahkan saat seseorang mengambil satu keputusan yang sangat salah.

Disaat mulut kita berdusta, hati kecil kita tak akan pernah berdusta. Jangan terlalu sering menyiksa hati kecilmu, jangan sampai suatu saat nanti kau kehilangan hati kecilmu itu.

Disaat pikiran mengarah ke satu tujuan yang dipaksakan, atau mungkin karena gengsi, hati kecilmu akan mengatakan jalan yang seharusnya kau pilih, jangan kau tersesat dalam hati kecilmu sendiri.

Disaat kamu harus memilih antara "ya" dan "tidak".

Selama saya mendapat pertanyaan sejenis ini, saya selalu menutup mata dan mendengar baik-baik bisikan hati kecil ini. Dan hampir semua tebakan hati nurani itu benar. Selalu aku merasa menyesal disaat aku tidak mengikuti kata hati nuraniku sendiri.

Hati kecil juga, yang menimbulkan sifat manusiawimu.

Kata hati-hati, jika aku cermati, rupanya ini bukan sembarang kata. Hati-hati. adalah peringatan untuk mendengar hatimu. Pasti pernah kan bilang "Ah, tau gitu gausah"

Jangan sampai kau mengucapkan hal ini sebelum kamu membuka hatimu dengan sebaik-baiknya.

Mungkin Tuhan Maha Adil, memberi cerita kelam, juga cerita indah. Diikuti dengan suka duka dan orang-orang terkasih, maupun orang-orang ter.. apapun itu namanya, tapi tak baik kita menyebutnya musuh.

Mungkin tulisan ini tidak cukup membuka mata, hati, telingamu. Tapi, cobalah cari titik dari dalam dirimu yang pada akhirnya membuka 3 hal yang harusnya manusia miliki.
Jika kamu belum pernah mencoba, maka kamu tidak akan pernah merasakannya..
Silahkan mencoba! 

Terhanyut Dunia Lain

Kali ini, bukan fiksi. Ini real story..

Ransel ini cukup berat kupikul. Kali ini kaki harus kuat ku seret sampai rumah.

Sampai pada akhirnya aku melihat bendera kecil seukuran 30x50cm. Warnanya kuning. Innalillahi, siapa yang mendapat giliran kali ini? Kali ini degup jantungku bagai genderang yang membuat langkah kakiku makin cepat ku langkahkan. Rasanya, aneh sekali. Semua rasa berkecamuk. Perasaanku mulai tak enak.

Beberapa meter dari rumah. Kenapa bendera kuning ini mengarah ke arah gang rumahku? Kenapa banyak sekali orang berpakaian hitam di depan rumahku. Baiklah, saatnya aku berlari. Tapi, aku disambut dengan banyak orang yang menatapku iba.

"Yang tabah yaa, Nak".

Aku segera masuk ke dalam. Aku melihat bungkusan kain putih yang aku yakin itu kafan, dengan balutan kain batik yang menutupinya. Tertulis 2 buah nama disana. Nama ayahku, dan nama kakekku. Ayah, secepat inikah?

Aku melihat ibu yang sedang menangis menatapku. Kakak laki-lakiku pun ikut merangkul ibu, menguatkan. Kakak perempuanku yang tengah direngkuh suaminya. Adik laki-lakiku, segera aku peluk dia yang tengah menangis.

Dengan segala ketabahan hati dan keikhlasan, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Ini adalah perpisahan yang paling abadi dan tak akan pernah bisa berubah. Semua orang pasti akan mati. Allahualam bissawab.

Aku merangkul ibu. Sambil berjalan menuju tempat pembaringan ayah yang terkahir. "Sudah, Bu. Ikhlasin ayah. Supaya ayah ringan jalannya disana". Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku.

Takbir yang menggiring tubuh ayahku ini membuatku merinding.

Sesampainya di liang itu, barulah butiran air mata yang sedari tadi bergejolak mulai tumpah. Tak kuasa aku menahan perpisahan ini. Ayah, ayah, ayah. Melihat tubuhmu masuk kedalam liang itu, rasanya ingin aku menemanimu. Ya Allah, beri ayah kemudahan.

Sedari tadi, sama sekali aku tak melihat sinar matahari. Sendu sekali suasananya. Tangisanku mulai tak keruan. Aku memeluk ibu yang kali ini bergantian menguatkan. Tak terduga, kepalaku rasanya ingin pecah. Sungguh sakit sekali kepalaku. Hingga akhirnya, aku yang berlutut tepat di samping liang lahat ayahku ini, pingsan. Aku tau persis, aku akan jatuh ke dalam liang lahat ayah.

Aku segera duduk. Melihat selimutku yang sudah tergeletak di lantai. Aku meraih handphone-ku dan segera mematikan lagu Give Me One More Night, alarm. Hanya mimpi.

Pengecut v.s Diksi

Fiction, freaky, damn

Tadinya ini akan aku jadikan nama blog ini. Tapi, I have so many silly things in my life and it happens at my high school. 

Diksi, yaa yaa, diksi adalah pemilihan kata. Hal ini digunakan tak hanya saat kamu membuat puisi, tapi juga saat kamu berbicara, apalagi menulis. Seberapa cepat seseorang berbicara, maupun menulis, hal tersebut menunjukkan seberapa cepat dia memilih diksinya sendiri. Kalau diterjemahkan, seberapa cepat ia mengambil keputusan dalam hidupnya.

Kenapa? Karena hal ini sangat-sangat penting. Kalian bisa saja mengubah haluan hidupmu saat kamu berbicara hanya seberapa patah kata. Bahkan mungkin berbuat dosa seperti menyakiti apalagi memfitnah seseorang. 

Fitnah, jelas, this is part of my silly life at my high school. Fitnah biasanya jarang saya dapatkan, sebagian orang di sekolahku kebanyakan tidak berani menyatakan fitnah, karena untungnya aku ada di lingkungan orang-orang yang intelektualitasnya tinggi, mungkin itu di SMP, kalau di SMA, beda lagi ceritanya.

Kamus milikku berbeda dengan milikmu. Geng dalam kamusku artinya "sekumpulan orang pengecut yang hanya berani datang bersama-sama, tapi tak pernah berani jika ia sebatang kara". Itu sangat terbukti. 

Saat itu, kelas sangat ramai. Aku dan Angel, teman sebangkuku, teman bertukar pengalaman spiritual mengenai agama. Toleransi yang menjadi modal kami bisa menjadi sahabat yang tak bisa terpisahkan. Datang segerombol anak laki-laki yang menjual yoghurt. 2 kali mereka datang ke kelasku. Saat kedatangan mereka yang terakhir, ini ceritanya.

Angel sedang sakit. Dia tidur. Mungkin karena dia terlalu lelah harus menjadi panitia acara di Gerejanya. Segerombol anak geng itu masuk. Aku tau itu geng apa, paling eksis di sekolah deh. Mereka melihat Angel yang tengah tertidur dengan pulasnya di atas meja. Aku yang mengetahui apa yang akan mereka lakukan segera bersiap. Benar saja

"Woy, tawarin ke anak ini niiih *nunjuk Angel*" 

Kurang ajar. Dateng ke kelas orang, niat jualan, malah kaya gitu. Oke, you make a mess with my bestfriend means you make a mess with me.

"APA SIH KAMU TUNJUK-TUNJUK!" 

Aku ingat sekali. Anak laki-laki itu segera mundur ke belakang tubuh temannya, temannya pun berkata "Apa sih kamu? Apa sih kamu?" 

Sepertinya dia bingung dengan diksi yang tepat untuk membalas teguran yang tak terduga dari seorang anak perempuan di samping orang yang mereka ejek. Oke, 2 perempuan, lawan 5 cowo gengster alias cupu alias pengecut.

Angel memang belum bangun. Tapi, aku tahu tidurnya pasti tengah terusik.

Satu lagi, yang namanya Ian gamau kalah mancing mania! Haha mancing SEABASS! Ia teriak selantang-lantangnya seperti orang di terminal sambil tepuk tangan "WOY JANGAN TIDUR DI KELAS WOOY!!" 

Segeralah Angel bangun. Melihat Angel bangun langsung aku ambil ancang-ancang kata tamparan yang tepat!

"APA SIH KAMU? BISA GA SIH NGGA GANGGUIN ORANG?!" 

"APA SIH KAMU, APA SIH KAMU?"

Itu balesan Ian, diksi yang paling kampungan yang pernah aku dengar!

Kali ini, Angel angkat bicara

"APAAN SIH KAMU? UDAH SANA!" 

"OH JADI KAMU NGUSIR?" 

Ferdiawan, dia anak yang sekarang menyentuh meja kami. Darahku sudah sampai ke ubun-ubun. Ini memang saatnya Angel yang bicara.

"INI KAN KELAS SAYA, TERSERAH SAYA DONG MAU NGUSIR KAMU!" 

Hahahaaaaaaa, Angeeel! My really angelatooos! Kini, aku tak ingin menamparnya, tapi menghabisinya!

Ferdiawan sih masih angkat bicara "TRUS NGAPAIN KALIAN MARAH-MARAH?"

Ini bagianku! "SAYA NGOMONG SEPERTI ITU TADI SALAH TIDAK?!" 

Ferdiawan hanya bisa menengok ke belakang karena kebingungan dengan diksinya. Anak geng tuh cuma disemprot gitu doang, KO! KALAH! TELAK! Aku ingat sekali teman sekelasku tiba-tiba hening dan melihat ke arahku dan Angel. 

Angel dengan sekali kibasnya "UDAH SANA PERGI KAMU!" 

Ferdiawan dengan bodohnya bilang " KAMU KENAPA SIH?" 

"SAYA PUSING, SANA PERGI!" 

"Kalo pusing, MINUM OSKADON!"

"OKELAH SIP!!!!"
Mereka keluar sambil teriak-teriak.

Mereka teriak tanda malu, kalah dengan perempuan! Sekalinya habis 1 libas langsung KO, langsung mundur! 

Baru juga kelas 1, anak geng lagi, udah blagu, gimana kamu kelas 3~

Dikemudian hari. Kelas kami memang letaknya lebih jauh dari kelas Ian dan Ferdiawan itu. Otomatis, setiap aku dan Angel masuk kelas pastilah melewati kelas mereka. Sebelum kejadian itu, sering sekali kami dipanggil "Hey kamu, itu resletingnya aduuuh" "Eh, itu tasnya kebuka!" "Eh itu ada kodok!" 

Semenjak kejadian adu mulut di kelas tempo hari itu, mereka tak pernah berani berkutat apapun saat kami lewat. Bahkan melihat saja mereka tak berani! Haha, itu yang namanya berani mati untuk menang. Suatu hari, bisa saja aku dicegat dijalan dan dihabisi sama angggota gengnya yang lain

Untuk saya, saya tak pernah takut menghadapi pengecut kelas kakap, ehm, kelas SEABASS begitu!

Yah, begitulah. Kadang kejahatan tak selamanya harus dilawan secara lembut. Sekali gertak, habis sudah. 

Ini maksud saya tentang diksi. Selama kamu pandai pandai menentukan diksi dalam tulisan maupun lisanmu, hal itu bisa membuktikan bagaimana cepat kamu mengubah haluan hidupmu. Sekalinya kamu kalah perang, bukan berarti kamu tidak bisa menang di perang lain. Tentu saja, selama dalam perang kamu memegang teguh KEBENARAN. Kamu memegang teguh KESOPANAN dan MENGHARGAI sesama. Itu yang saya junjung sejak tadi, nyatanya, saya menang perang setelah beberapa hari yang lalu kalah oleh si Ian dan Ferdiawan itu

Titik balik derajat hidup saya dimata gengster sekolah baru saya. Bangga, tapi juga tidak

Hal seperti ini patut dipelajari, diilhami, tapi harus juga dibuang. Hal seperti ini, yang membuatmu merasa menjadi seorang yang paling hebat, adalah salah satu titik nadir kamu akan menajdi orang yang rendah diri. Mau disebut rendahan? Saya pikir tidak!

Oh iya, satu lagi yang tak kalah pentingnya

Mengalah itu tidak kalah, melainkan menang secara hakiki.

Selamat Memilih Diksimu!

Kamis, 09 Mei 2013

Dear Allah

Allah, mungkin aku adalah hambaMu yang tak tahu malu, tak tahu terima kasih. Yang hanya datang padaMu saat pegangan hamba padaMu mulai rapuh

Allah, apakah benar Engkau Maha Pemurah Maaf? Jika iya, bisakah hambaMu ini menjadi seperti diriMu?

Allah, jika memang aku diharuskan berjalan sebagai manusia, bisakah Kau ubah hamba menjadi malaikatMu yang senantiasa tulus membantuMu tanpa berbuat dosa?

Allah, apatah kekalnya diriMu? Bisakah aku memeluk diriMu hingga aku tak bisa melepaskanMu?

Allah, jika setiap hariku adalah untukMu, lalu sudah berapa banyak dosa yang aku perbuat untukMu?

Allah, jika kalimat syahadat bisa ku ucap kembali, bisakan aku menjadi seorang Muslimah yang baik bagiMu?

Allah, mungkinkah orang tuaku adalah orang tua yang sangat baik? Kan kubuktikan di hari perhitungan nanti jika mereka sangat baik dan aku yang buruk'

Allah, jika Kau berikan aku rizki dan nikmatMu, bisakah Kau ajari hamba untuk bersyukur kepadaMu dengan sebaik-baiknya?

Allah, jika kali ini memang harus aku bersujud kepadaMu, bisakan Kau buat hamba tetap bersujud kepadaMu dalam suka maupun duka?

Allah, jika mereka orang-orang yang jahat padaku, bisakah Kau buat mereka sadar dan kembali dalam jalan yang telah Kau tentukan?

Allah, jika memang ada orang yang lebih baik, bisakah Kau memberiku jalan untuk membuka segenap pintu hati ini?

Allah, jika memang setiap perempuan adalah sumber maksiat, bisakah Kau memaafkan para Muslimah di hari akhir nanti?

Allah, jika memang aku adalah Muslimah yang baik, bisakah Kau menuntunku untuk berjalan di barisan yang terdapat bendera Rasulullah di hari akhir nanti?

Allah, jika memang aku sangat kotor dan hina di mataMu, bisakah Kau memaafkanku Wahai Yang Maha Pemurah Maaf?

Allah, jika suatu hari dimana adalah hari terakhirku hidup di dunia, bisakah Kau mempertahankan silaturahmi ku dengan semua orang yang pernah aku kenal?

Allah, jika memang dendam adalah hal yang buruk, bisakah Kau menghapuskan segala genderang dendam itu dari hatiku?


Allah, jika hamba memang seorang anak yang akan menjadi peninggalan orang tua yang takkan pernah berhenti mengucurkan amal, bisakah hamba mendoakan orangtuaku dengan sebaik-baiknya?


Allah, Yang Maha Kuat, bisakah Kau membersihkan segala kepenatan hati yang membuat aku melupakanMu?

Allah, jika aku bukan orang yang akan Kau selamatkan, bisakah aku menyelamatkan orang tuaku?

Allah, jika tubuh ini sudah terkotori oleh dosa yang tak terhitung, masih sempatkah hamba membersihkan ini semua untukMu?

Allah, jika tiap tidur malamku Kau membangunkan, sanggupkah aku berdiri tuk bertahajud kepadaMu?

Allah, jika air mata ini mengalir hanya untuk masalah duniawi, apakah Kau akan tetap memberiku air mata yang kali ini untuk menangis akan rinduku padaMu?

Yaa Allah, Yaa Rahman Yaa Rahim Yaa Hayyu Yaa Qayyum, Bisakah hamba menjadi hambaMu dengan sebaik-baiknya?

One More

Bismillah..

Ini bentuk keberatan saya atas segala bentuk penuduhan saya. Bisa saja saya adukan ini ke Polisi atas Pencemaran Nama Baik, Perlakuan yang Tidak Menyenangkan, dan Fitnah yang sudah ditimpakan kepada saya.

Ini berdasar atas masalah yang namanya "CINTA" dan ini kadang membunuh kamu sendiri

"M", @#MayApriliandi. M adalah seorang perempuan yang, sebenarnya aku tak tahu pasti maksudnya apa. Kalau Anda semua belum mendengar pasti ceritanya, tolong, bukan saya yang melakukannya

"B", ini dia laki-lakinya. @#BennyApriliandi, dia punya 2 akun. Akun @#b_20119, adalah akunnya yang memang saya buatkan, tetapi dia yang meminta saya untuk membuatnya. Kalau saya ajukan ini dalam meja hijau, bukti sudah ada, dalam history laptop saya. Blackberry Messanger juga.

Saya memang tahu bahwa Benny dan May adalah sepasang kekasih. Namun, saya dan Benny pernah menjalin cerita, 4 tahun yang lalu, sebelum akhirnya Benny selingkuh dengan May

Saya mundur

May sepertinya terlalu mencintai Benny hingga akhirnya memutus segala tali silaturahmi dengan mantan-mantannya. Itu hal yang wajar, tapi bagi saya tidak selama itu adalah fitnah dan saya tidak terima atas hal itu.

Saya dan Benny memang pada akhirnya menjalin komunikasi. Sebenarnya selama tahun 2011-2012 juga sudah, tapi saya tengah menjalin cerita dengan orang lain dan saya menghormati dia sehingga saya jarang membalas SMS dari Benny.

Setelah saya dan jalinan cerita dengan orang lain tersebut selesai, saya kembali komunikasi dengan Benny, ditambah dengan kepemilikan saya atas BlackBerry 29F9F3** yang tercantum dalam bio akun twitter saya. Kami berkomunikasi. Dan lagi, bukan saya yang terlebih dahulu menghubungi.

Benny mengaku tengah memiliki masalah dengan May yang tidak bisa saya sebutkan disini.

Jika Anda sekalian melihat di akun @#b_20119 isinya ketidak puasan atas akun yang dia bilang saya buat-buat, maaf, itu May yang ngetik. Tanpa lihat saya bisa tahu hal tersebut.

Jika memang saya yang membuat dan menjadi admin dalam akun itu (@#b_20119, mana mungkin saya kenal dengan teman-temannya. Dan bisa Anda sekalian lihat sendiri bahwa isi twitnya dengan saudara mungkin, dan juga temannya, dan juga dengan saya sendiri. Ditambah saya tidak mengerti mengenai perkereta apian
 Bagi Anda yang merasa ini rekayasa, saya sendiri tertawa terbahak-bahak. Tolong kerjasamanya. Saya bukan orang yang sembarang membuat akun. Saya bukan orang yang bisa seenaknya mengutak-atik akun orang lain. Saya berani SUMPAH, SAYA BUKAN ORANG ITU!

Saya juga mendapat DM dari @#b_20119
"Gimana rasanya dimainin? :) udah puas? Tolong skali lagi gue ingetin jangan ganggu pacar orang! Kalo lo masih punya malu mending mundur!"

Saya sendiri tak bisa berhenti mengucap istighfar begitu saya membaca hal tersebut. Teman saya, Sabrina, adalah orang pertama yang saya beritakan, dan dia yang melihat saya menangis, bukan karena Benny ataupun May yang melakukan hal itu, tapi karena saya sudah di fitnah sekejam hal itu. Ditambah DM itu, rasanya bak diteror seorang teroris tingkat kelas kakap

Selanjutnya adalah Fine, dan Caca. Mereka yang sudah mengetahui kisah saya dengan Benny dan May, mereka pun tidak heran mendengar May melakukan hal itu, namun saat mereka melihat twit @#b_20119 terakhir itu, sungguh tidak bisa diterima. Diterima toleransi maupun akal sehat

Beberapa menit yang lalu, saya mendapat pesan BlacBerry Peer-to-Peer yang saya kenal Pin ini, milik May yang berisi demikian

"Aku atas nama Benny minta maaf ats klakuan dia (saya) yang kurang brkenan, insya Allah itu gk akan trulang lagi :) aku slama ini baik2 aja sm Benny, kita hampir 3tahun dan slalu ketemu tiap hari, kalo km gk prcya km tlp aku nanti aku ajak Benny jelasin, tp alangkah baiknya kita ambil hikmah dr smua ini gausah kita prpnjg :) biarin kita bhgia, kita jg gamau memperkeruh suasana"
Sungguh, dirimulah yang memperkeruh suasana, May. Mari kita cermati isi pesan diatas.

Ia mengatas namakan Benny, tapi kemudian isinya seperti bukan Benny yang menulis. Anda bisa melihat ciri khas bahasa tulisan masing-masing orang. Benny, tulisannya bukan seperti itu, saya yakin dia May. 22675*** Ini pinnya bila Anda mengenal May. Bisa Anda ketahui ini milik May

Ya Allah, berikan ia kesadaran. Bukakan mata hati mereka, berikan ketenangan hati kepada mereka agar mereka dapat berpikir secara baik. Ya Allah, berikan hamba kekuatan untuk menghadapi segala bentuk fitnah yang sama sekali tidak ingin hamba balas. Ya Allah, berikan jalan keluar demi tenangnya hidup kami semua Ya Rabb. Sungguh, hanya Engkau Yang Maha Adil, lagi Maha Mengetahui Kebenaran.

Bagi pembaca, terimakasih atas doanya, terima kasih atas kerjasamanya. Saya membawa kata sumpah karena saya menyatakan yang sebenar-benarnya tanpa ditambah ataupun dikurangi

Rabu, 08 Mei 2013

4 Cases of Mine, and That Twitter Account

Pertama, untuk siapapun yang tidak tahu siapa saya, saya adalah perempuan dengan banyak cerita yang ga banyak orang tau. Meskipun banyak cerita lain yang orang tau, itu tak sebanyak yang saya pendam

Saya bukan perempuan yang bisa sedih berlarut larut karena laki-laki, but I knew I was. Tapi itu dulu, untuk kalian yang percaya seorang manusia bisa mengambil hikmah dalam setiap masalahnya, yaa that's me. Belajar dari kesalahan

Berpikir positif adalah salah satu hal yang selalu saya tanamkan semenjak "masa remaja" ini menyentuh saya.

Menghormati setiap orang yang tau artinya menghormati adalah prioritas, menghargai orang yang tau artinya menghargai adalah penghargaan. Sayang untuk kalian yang tidak mengenal 2 kata ajaib ini

Mendoakan setiap orang yang berharga dalam hidup saya adalah satu hal yang sangat saya andalkan tiap saat. Ini manjur disaat kamu harus punya masalah yang membuatmu drop

Sayangnya, masalah percintaan bukan satu hal yang membuat saya drop saat ini. Menjadi dewasa, hmm, itu mungkin kata yang tepat dimana seorang anak perempuan yang selalu saja mengetahui satu hal yang tidak perlu kau ceritakan sebelumnya, namun aku sudah mengerti

Untuk kalian yang sudah terlanjur baca BP, Pullshit, mungkin itu salah satu contoh bagaimana seorang wanita dalam masa pra menstruasinya, DON'T MESS WITH GIRLS!

Untuk siapapun yang pernah meremehkan saya, baik, saya akui memang saya orang yang patut diremehkan. Tapi jangan lupa dengan bagian dari dirimu yang juga patut diremehkan. Hal itu akan membuatmu terlihat turun derajat.

Untuk siapapun yang pernah bilang saya tidak akan bisa ini itu, maaf, kalian salah sambung

Orang yang mengenal saya dengan baik, pastilah tidak akan berani mengatakan hal demikian. Kenapa? Buktikan saja. Sekarang mungkin kau bisa tertawa, tapi nantinya, tawa itu berputar, bagaikan hidup yang identik dengan waktu, jam dinding saja berputar.

Gigih, memang ini kata yang baik, tapi jika dilakukan dengan "keterlaluan" maka kata gigih tersebut berubah menjadi ringkih. Percaya atau tidak, yaa Tuhan pasti akan menjelaskan hal ini dalam hidupmu

Seperti seorang tour guide di Candi Borobudur pernah bilang "selama janur kuning belum melengkung, dia milik siapa saja" Hahaa, aku masih ingat kejadian 1 tahun lallu yang satu ini. Mungkin hal ini berlaku, mungkin juga tidak. Ini tergantung bagaimana dia yang mengahadapinya dan bagaimana kamu menyikapinya.

By the way, itu menjurus ke daerah percintaan. Saya segera jelaskan yang kedua kalau begitu

Menjadi hijab adalah kewajiban setiap perempuan. 15 tahun saya mengaku Islam tapi belum juga berhijab. Display Picture disana, bukan berarti saya sudah berhijab. Maaf, tapi saya sedang menuju hijab. Sudah janji saya dengan-Nya, 16 tahunku, dengan SIM baru, pelajaran baru, cara berpikir baru, tentu saja, pakaian baru yang mudah-mudahan bisa serba tertutup.

Ketiga, tekad saya sudah bulat. Beasiswa, itu hal yang akan saya buat menjadi hartakarun dalam perjalanan menimba ilmu saya 3 tahun kedepan. Setelah "masalah" saya selesai di Indonesia, mudah-mudahan beasiswa bisa aku dapatkan. Katanya, gampang kalau hendak mendapatkan beasiswa, untuk saya, jelas dan sangat pasti tidak.

Negara yang sudah saya pasangi "mata elang" adalah Australia. Tidak jauh, tidak jauh berbeda. Kenapa bukan Paris, London, Canada, atau Washington? Karena, menurut saya tempat tersebut bukan tempat yang tepat untuk menimba ilmu. Akan ada banyak hal yang membuat saya tidak fokus, Menara Eiffle, Perjalanan Menapaki Sejarah Islam. Mungkin sebenarnya hal-hal ini lebih baik jika dilakukan saat aku dan suamiku nantinya berlibur. Haha mungkinkah? Mari kita lihat nanti :)

Hanya dengan modal English Skill ku dan do'a dari orangtua, mudah-mudahan semuanya bisa terlaksana. Amin.

Sudah yang keempat. Counter Strike. Siapa cik yang gatau game ini? Haha, I'm addict to armies. Saya suka sekali segala hal tentang tentara. TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU. Almarhum om ku, beliau adalah seorang TNI-AU. Kereeeeen sekaliiiii! Bisa ga sih perempuan masuk akmil? Mungkin iya, tapi kalau dipikir, mimpi besar beasiswaku akan sirna

Yang jelas dan yang pasti, hal yang aku suka adalah segala bentuk kesigapan, kedisiplinan, ketepatan, keakuratan, dan segala hal yang harus dilaksanakan secara sempurna dalam waktu yang bersamaan, adalah hal yang bisa aku ilhami dari para tentara ini. Film action, apalagi tentang perang, itu sudah menjadi film favoritku

Dear John, War Horse, Act of Valor, Black Hawk Down, Saving Private Ryan, ayolaah ini hanya segelintir haha

Novel yang sedang aku tekuni, 99 Cahaya di Langit Eropa, adalah novel yang menginspirasiku dalam menapaki perjalanan Islam di Eropa yang Maha Megahnya, Subhanallah. Tak tanggung tanggung, Napoleon Benoparte yang diisukan meninggal dalam keadaan Muslim. Setelah menaklukan Mesir, mungkin hal ini membuat banyak orang tidak percaya, mungkin Napoleon seorang Muslim adalah salah satu bentuk "cari perhatian" untuk para Muslim di Mesir. Dan bagaimana menurutmu tentang sebuah masjid megah di jantung Kota Paris, dan beberapa bangunan bersejarah yang tersirat budaya Islam di Eropa, bahkan di Museum Lovre yang terkenal dengan lukisan MonaLisa disana terdapat Islamic Art Gallery, dengan sebuah lukisan Bunda Maria yang sedang menggendong Yesus, dengan Bunda Marianya yang menggunakan hijab yang bertuliskan kalimat Tauhid, Laa illahailallah? Merinding bulu kudukku

Yang lainnya? The Palladin. Kisah seorang anak yang menjadi mata-mata untuk para Portugis yang haus akan informasi. Ini kisah nyata, Perang Dunia Kedua. Ngeri sekali. Tapi lagi-lagi. Novel terjemahan ini sepenuhnya cerita tentang strategi perang yang sangat hebat. Dan tentu saja, novel terjemahan ini cukup sulit untuk dimengerti dengan gaya bahasanya yang sangat formal

Baik, sepertinya sudah cukup sampai disini. Oh iya, akun twitter yang katanya bikinan saya dan mengatasnamakan seorang lelaki, jangan percaya, hoax, itu di twit "pacar"nya. Masa iya saya kenal dengan semua orang yang dia mention satu-satu, ditambah lagi saya tak pernah mengerti tentang perkereta apian.

Sudahlah, saya sudah mendo'akanmu dimaafkan oleh-Nya tadi malam dalam solat malam saya. Fitnahmu memang kejam, tapi tidak baik membalas fitnah dengan fitnah, lebih mulia dengan doa.

Sekian, terima kasih

Sabtu, 04 Mei 2013

Have A Nice Dream

"Chila? Ada telfon dari mamih nih" "Iyaa, halo mamih? Kapan balik? Kangen nih miih masa harus diperpanjang lagiii" "Iyaa Chila, maafin mamih, 1 minggu aja kok yaa, kan udah ada Ka Firman sama mamahnya di rumah. Tenang aja yaa, mamih harus berangkat nih tamu dari Venice udah dateng, take care dear!" "Iya deh mah, love u mom, assalamu'alaikum" "Walaikumsalam" 

Hari pertama aku stay di rumah, sakit, tapi ga sendirian. Aku seneng Ka Firman ada disini. Oh iyaa, belum tau kan? Mamih setuju aku di rumah sama Ka Firman dan Ibunya. Mamih diem-diem e-mail aku. Mamih bilang bakal biayain kuliahnya Ka Firman kalo usaha dan seminarnya mamih di Jakarta kali ini sukses. Aku seneng denger antusias mamih sampe segininya, dan aku setuju. Kalo aku terus-terusan sendirian di rumah bisa-bisa aku jadi korban... Ah sudahlah, ngeri ngebayanginnya, jaman sekarang emang udah banyak kasus seperti itu. Emang, kiamat sepertinya sudah dekat.

Masakan Ibunya Ka Firman enak banget. Sup ayam pake tempe goreng. Udah paling top aja deh. Kali ini aku manggilnya Ibu. Gaenak kalo terus-terusan manggil tante tapi serumah. Masakan Ibu tuh enak semuanya.

Pertama kali Ibu dan Ka Firman masuk rumah ini, mereka sedikit kebingungan. Karena suasana yang ga biasa dan bener-bener sepi banget. Dengan kondisi aku yang kesakitan mungkin sangat tidak membantu. Ka Firman kebingungan mencari dimana stock obat-obatan, hingga akhirnya ia membelinya di apotek dekat rumah yang 24 jam. Perban, antiseptik, plester, minyak kayu putih, balsem, kapas, alkohol 60%, kaya mau pindahan apotek aja semua diborong. Dia terus-terusan nanyain aku yang sakit yang mana. Tapi aku bener-bener linglung ga bisa ngomong apa-apa. Ka Firman terus bilang sama aku untuk istighfar dan tetep sadar. Memang itu salah satu hal yang harus banget dilakuin. Sekalinya pingsan, bisa kemana deh tuh. Akhirnya Ka Firman berhasil, setidaknya membopong aku ke kamar, dan Ibunya yang menggantikan aku baju dan membalur beberapa bagian yang memar dan luka. Sakit rasanya, tapi tubuhku tak bereaksi apa-apa, hanya sakit. Setelah Ibunya membuka pintu kamar, Ka Firman masuk dan menanyakan apapun yang aku butuhkan. Tapi aku benar-benar butuh tidur saat itu. Setelah aku beritahu KaFirman ada obat yang mungkin perlu aku minum untuk mengurangi rasa sakit, dan antibiotik agar tak ada infeksi. Setelah aku minum aku langsung terlelap. Ibu yang sedari tadi membelai rambutku membuat alam bawah sadar semakin dekat denganku. Memang ini cara paling ampuh untuk membuat aku tidur.

Sudah makan sarapan pertama dengan perut, tangan, serta pipi bagian bawah yang memar, saatnya baca novel. Mungkin ini bisa mengobati. Bareng sama Ka Firman tentunya yang juga lagi baca novel. Aku ga ngerti itu novel apa, kayanya emang berat banget. Ibu sedari tadi mindah-mindah channel TV kabel, mungkin karena ga ngerti kali apa yang dia tonton. Tapi sekali-sekali dia berhenti menekan tombol remote karena acaranya masih bisa cukup dimengerti.

"Aku laper nih" "Ampun Chil, baru juga makan" "Pengen yang seger-seger deh" "Ibu bikinin es bulbul mau?" "Wah boleh banget, Bu. Emang Ibu bisa bikinnya?" "Bisa ko, di kulkas kamu masih ada tuh pepaya, melon, sama mangga. Sayang kalo dibuang, sebentar yaa" "Asiiiiiik, aw aw aw" "Makanyaa jangan semangat bangeet udah tau lagi sakit masih aja kamu banyak polah, Chil hahahaha" "IIh, Ka Firman jahat banget sih" "Firman tuh lagi godain kamu Chil, bukan jahat hahaha" "Ibu jugaa niih, aw tapi beneran ini sakit banget" "Apanya Chil? Perutnya?" "Iyaa, pengen muntah" "Yaudah yuk ke toilet dulu" "Kok ambigu yaa, mmwwrrgghh" "Udah bawel, yuk!"

Aku curiga ini kena uluh hati. Ini sedikit aneh, tapi wajar setelah kejadian semalem. Ka Firman selanjutnya membawa aku ke rumah sakit. Pesan taksi, semua beres. Kemudian, kami daftar ke dokter internist. Kenalannya mamih nih. Aku telfon mamih dan segera minta ke dokternya kalo aku ini urgent. Sepanjang perjalanan aku ga berenti mual. Ibu sengaja di rumah. Siapa tau ada orang yang ke rumah. Lagipula di rumah akan jauh lebih aman karena Satpam juga sudah menunggu di depan gerbang. Satu-satunya gerbang masuk komplek maksudnyaa. Ka Firman dengan panik membopongku menuju kursi roda yang segera diberikan oleh satpam rumah sakit. Selanjutnya langsung masuk ke ruang internist. Dokter Danu namanya. Aku sudah cukup kenal dengan beliau. Makanya aku tak sungkan untuk langsung menceritakan apa yang aku alami. Tanpa aku ceritakan dengan lengkap, Dokter Danu sudah bisa menulis resep. Karena Dokter sudah tau yang terjadi denganku. Kemudian tubuhku di cek oleh susternya. Suster langsung menyebut beberapa istilah yang aku tak mengerti dan Dokter Danu segera mencatatnya. Dan kami segera mendapat obat, obat oles dan obat dalam. Penasaran, Ka Firman tak ragu bertanya.

"Jadi, Dok, Chila ini kenapa?" "Mungkin karena benturannya kena uluh hatinya, jadi belakangan ini akan sering mual, tapi kalau ada obat ini tak akan selama jika dibiarkan. Memarnya juga mungkin hanya beberapa hari akan hilang." "Tapi gaada luka serius kan, Dok?" "Iya memang tidak ada yang terlalu mengena ke dalam selain itu tadi. Tapi kalau mualnya sudah lebih dari 5 hari kembali lagi yaa" "Iya, Dok. Makasih yaa." "Sama-sama Chil, salam ke Ibuumu yaa" "Siap, Dokter!"

"Hadeh, Chil. Deg degan aku kalo liat kamu sakit." "Ko deg degan. biasa aja kalii, gue kan strong!" "Strong dari mana tadi aja muntah-muntah kaya kemasukkan apa aja serem" "Kemasukkan apa emang kaa? =))" "Ngga apa, udah lupain. Mau kemana kita sekarang?" "Hmm, aku pengen tidur ka, ngantuk banget" "Yaudah" "Tapi jalannya masih jauh" "Yaa tidur aja disini susah banget" "Susah emang, kan sakit" "Tuh katanya strong" "Iya deng, yaudah aku tidur dulu yaa" 

Tanpa basa-basi aku pun langsung terlelap. Enak sekali. Sampai akhirnya aku terbangun di atas kasur. Aku bisa melihat jam. Waw, jam 11. Lalu aku keluar kamar sambil jalan terpincang karena perut yang sakit. Aku melihat Ka Firman yang segera menyambutku. Reflek Ka Firman tuh selallu gitu deh. Langsung ngebantu aku duduk di depan TV dengan es bulbul dan roti bakar.

"Ibu pergi dulu tadi, ada panggilan nyetrika baju tetangga, jadi tadi kaka anterin kesana. Baru aja pulang" "Oh gitu? Aku.... gananya loh!" "Pengumuman doang kok yee" "Kaka ga minat masuk TNI yaa?" "Minat sih, tapi mau kuliah dulu, kalo udah kuliah mau jadi apa juga gampang. Udah megang ijazah sama bekel ilmu kan lebih luas link kerjanya nanti" "Iya sih, bener juga ka. Kuliah jurusan apa ka pengennya?" "Pengennya TI, atau mungkin HI, atau mungkin juga Tekhnik Sipil" "Tehniknya 2, kenapa UNPAD ga ITB" "Kalo UNPAD kaka pengennya HI, kalo tehniknya yaa ITB lah jelas. Tapi kaka lebih tertarik masuk HI" "Kalo menurut aku, biar link kerja kaka makin luas justru TI ka, bisa diterima dimana aja, bidang apa aja, dan tempat duduknya pun buat orang yang ga sembarangan" "Setuju sih, yah, dana aja belum ada. Ntar dipikirin lagi." "Oke deh, kaka kapan berangkat hari ini?" "Aturan jam 10 kaka masuk, sampe jam 5 sore. Jangan kangen yaa" "Idih pede bener jadi orang" "Liat aja ntar juga kangeen hahahhaa, udah tuh dimakan, cuma kamu yang belum makan" "Iya, ko es bulbulnya ada 2?" "Yang satu punya kaka, yang dingin. Yang punya kamu yang anget! =)))" "Iiiih ko anget?" "Kan kamu lagi sakit Chil" "Kan aku strong kaa" "Bodo amat, mau strong mau ngga yang penting sakit!" "Iiih nyebelin. Mana orang ga anget juga, dinginnya biasa aja" "Emang ahahaha" "Kaka gila ya?" "Iyaa tergila-gila sama kamu hahahaha" "Hus, ntar jadi beneran lagi" "Jadi gamau kaka yang gila sama kamu?" "Ngga, serem" "Yaudah deh. Fine" "Ngambek, jangan nangis. Nih minum bulbulnya. Aw!!" "Jangan sosoan ngambilin deeh bisa ngambil sendiri ko, atau mual lagi" "Ngga mual. Cuma sakit aja. TAPI STRONG!!!" "Iya deh, cepet makan. Bawel"

Pagi ini, pertama kalinya aku bangun tidur dan langsung ketawa ketawa ditemenin orang sekece, sepinter, sekocak Ka Firman. Rasanya, beda banget. Dan hal ini bikin aku lupa tentang, Ka Damar.

"Ka, menurutmu, Ka Damar apa kabarnya yaa sekarang?" "Mungkin dia udah jadi monster kali" "Mungkin aja, tapi aku masih kasian sama dia." "Kasian kenapa?" "Dia kaya gitu kan belum tentu dia yang pengen. Belum tentu juga dia sadar ngelakuin itu?" "Masih mungkin sih, tapi apa iya Damar diguna-guna?" "Mungkin aja sih, tapi aku ngga pernah tau tuh cewe latar belakangnya apa. Siapa tau turunan mbah dukun yang ilmunya ga abis abis 7 turunan" "Mungkin juga dia turunan ke 8 jadi ilmunya ngaco" "Ngomong apa sih ka, ngga nyambung" "Biarin yang penting kaka bersuara, kalo diem aja ntar kamu ngambek" "Haha iya bener. Aku telfon dia aja gitu ya ka?" "Boleh aja. Mumpung situasinya masih aman" "Occeee." "Loud Speaker yaa" 

"Halo" "Assalamualaikum" "Ini siapa?" "Ini Chila" "Oh, ada apa nelfon?" "Apa kabar ka?" "Baik" "Ooh. Hmm, gimana sama Ka Sisca?" "Baik" "Ooh, besok sekolah ka?" "Iya" "Boleh minta tolong ngga sampein ke piket aku sakit. Surat nyusul" "Aku bilangnya kamu sakit apa?" "Demam ka" "Oke" "Makasih ka, assalamualaikum" *tep

Aku tau, Ka Firman bisa ngeliat wajah sedih dan hopeless aku. Tapi mungkin, Ka Firman juga sakit ngeliat aku yang masih ngeharepin Ka Damar. Mungkin juga Ka Firman ikut kesel sama Damar yang kaya gitu.

"Besok, aku anter kamu sekolah, aku jemput kamu sekolah. Oke?" "Oke deh" "Udah gausah sedih" "Aku ga sedih" "Bohong banget" "Emang ngga" "Iya tapi kangen kan?" "Hmmm" "Udah ga usah nangis jugaa" "Nyesek kaa" "Iya emang nyesek. Sama nyeseknya waktu kaka liat kamu dipukulin kaya gitu" "Iya mungkin ka. Ah yaudah, lupain aja" "Tapi kita musti tetep bikin Damar balik" "Caranya? Kalo Damar balik trus tau tentang kita?" "Emang kita kenapa, Chil?" "Gapapa sih. Menurut kaka?" "Mungkin harus dipikirin lagi. Kalo gitu kaka tanya sekarang sama kamu. Kita ini apa sih? Maksudnya, hubungan kita ini apa?" "Aku juga ga ngerti ka. Kalo  dibilang sama kaya aku sama Damar dulu. Mungkin mendekati." "Kamu lebih nyaman sama aku atau sama dia?" "Nanyanya  jangan kaya di FTV gitu dong ka" "Iyaa tapi kamu harus jawab ini" "Mungkin aku harus pertimbangin juga ka" "Kalo emang kamu serius sama dia mending jangan sama kaka. Sebelum kaka terlanjur terlalu jauh sama kamu. Kalo memang kamu lebih nyaman ama kaka kita seriusin. Kita hadepin Damar bareng-bareng" "Tapi kalo aku milih dia, kita gimana? Trus kalo kita seriusin, ngadepin Damar gimana?" "Kita baik-baik aja. Yaa terserah kamu mau kaya gimana. Kaka sih bukan tipe orang yang berubah karena patah hati juga. Ngadepin Damar, yaa kita usahain supaya kita tetep bareng bertiga, kaya waktu itu" "Aku bingung ka. Aku takut didepan kaka dan di depan Damar bilang hal yang sama karena kebawa suasana" "Yaa makanya kamu pikirin baik-baik. Gausah sekarang jawabnya. Siapa tau kamu dapet hidayah" "Hidayah, serem banget" "Iya, ntar kamu disinari sinar ilhami dan otak kamu cerah trus kamu dapet jawabannya" "NGARANG! HAHAHA"

Semoga aja Senin besok luka ini udah ilang. Setidaknya memarnya udah ga keliatan lagi. Trus masalah kelas Olim, aku masih bisa mikir kalo hal itu aman soalnya itu kan di kelas, mana mungkin Damar mau macem-macem. Besok dianter Ka Firman. Apa ngga aneh nantinya? Mungkin juga ngga, kan Damar sama Sisca. Tapi aku kangen banget sama Damar yang asli. Aku tau ini bukan Damar banget. Ini udah maghrib ko Ka Firman belum pulang yaa? Ah mungkin ngajar ke rumah muridnya kali.

Ini udah jam 9 masih aja Ka Firman belum balik. Aku makin curiga. Apa aku telfon aja yaa?

Jam 10. Ka Firman belum juga bisa ditelfon dan ga pulang-pulang. Aku bingun dia kenapa sebenernya. Perasaan aku aneh banget.

TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOKKKK!!!

"Siapa disana?" "Chila cepet buka! Ini Firman!" "Iyaa." klek klek

"Aw, kaka kenapaa?" "Masuk dulu Chil, kunci pintunya!" "Kaka kenapa? Motornya mana?" "Motor kaka tinggal di depan gerbang." "Kaka dipukulin siapa?" "DAMAR! DIA DI POS SATPAM!" "Hah? Satpam kemana?" "Gatau kaka juga. Telfon Pak RT!"............"Assalamualaikum Pak, Satpam kemana pak?" "Mungkin karena sedang ada hajat di komplek belakang jadi jaga komplek belakang" "Loh Pak, terus yang jaga di depan siapa?" "Oke, saya kontak Satpam pos depan sebentar" "SEGERA YA PAK!" "Telfon mamih juga yaa ka. Ibuuu! Ka Firman tolong sebentar aku mau telfon mamih dulu Bu" "Iyaa Chil. Yaampun Firmaan kamu kenapa nak?" "Damar, Bu, ada di depan tadi" "Kaka dari mana aja sih di telfon ga diangkat?" "Aku tadi ngajar di deket rumah sana. Terus hape aku low jadi kalo angkat telfon langsung mati pasti. Terus pas tadi di depan kaka liat mobil dari belakang nabrak kaka. Terus kaka jatoh, kaka berdiriin motor kaka pas banget di samping Pos Satpam. Kaka juga bingung ko gaada Satpam di depan. Yang naik mobil turun, taunya si Damar. Dia langsung dorong aku terus dia mukulin aku. Aku masih sempet bales terus langsung lari kesini. Makanya aku gedor gedor." "Terus sekarang apa yang sakit, Nak?" "Perut tadi sempet dia tendang, Bu. Terus pipi nih ke tonjok, tapi langsung Firman bales lagi" "Yaampun, pake obat yang kemarin aja ya?" "Gausah, Bu, itu obat buat Chila. Udah gapapa, ini ga seberapa dibanding Chila yang kemarin" "Yaampun ka, itu obat kaka juga yang beliin, udah pake aja, aku juga udah mendingan ko" "Udah gapapa Chil. Mamih gimana?" "Ngga ngangkat juga telfonnya. Sekarang memang jam nya mamah meeting sama investor luar" "Yaudah, lagian mamih juga ga perlu tau" "Terus motornya?" "Biar di Pos Satpam dulu. Dikunci kok. Coba telfon Pak RT lagi" "Iya bener... Assalamu'alaikum Pak, gimana?" "Iya Satpam depan sudah di pos depan. Ada motornya Mas Firman yaa mbak?" "Iya Pak memang. Apa ada orang disana?" "Satpam juga nanya ini motor siapa soalnya gaada orang disana." Yasudah, makasih pak" "Sama sama. Atau perlu motornya dibawain ke rumah?" "Oh boleh, Pak. Kuncinya ambil saja di rumah" "Iya nanti satpam ke rumah. Assalamualaikum" "Waalaikum salam, makasih Pak" 

Aku bingung. Mau sampai kapan dia nyiksa orang. Tapi aku juga belum tau Sisca itu siapa. Atau aku minta tolong sama Vicka cari tau Sisca itu siapa?! Iya banget! Vicka tuh kan pinter IT, kenapa aku bego banget!

"Halo Vick, boleh minta tolong?" "Apa Chil?" "Cari tau tentang seseorang. Temennya Damar" "Oh Sisca itu?" "Iya Vick. Cepet ya!" "Emang kenapa Chil?" "Urgent Vick. Kita semua ngerasa kaya diteror. Plis cepet Vick plis" "Oke oke. Aku cari lewat Damar, pasti ada Sisca terus.." "It's all about you, Vick.Aku gamau tau prosesnya gimana plis cepet!" "Oke Chil. Telfon aku 3 jam lagi oke?" "Oke!"

Sambil nunggu kabar dari Vicka, aku ngobatin Ka Firman. Ibu bukain bajunya. Aku ambil beberapa obat yang mungkin perlu Ka Firman pake. Pas aku balik badan dan ngeliat Ka Firman yang telanjang dada aku speechless. Aku diem. Badannya tuh, emang harusnya dia jadi tentara kayanya. Keren banget. Keker, emang kaya keliatannya tiap hari. Ga nyangka orang kaya gini jadi petugas di POM bensin.

"Chil?" "Eh iya, Bu. Aduh maaf. Ini obatnya" "Ibu ambilin minum dulu saja, kamu olesin ini ke Firman" "Iya, Bu" "Makasih yaa Chil" "Iyaa ga papa, sakit ga ka?" "Sakit sih, tapi sama kamu diobatinnya, semoga makin cepet sembuh deh yaa" "Haha apaan sih. Mana lagi yang kena?" "Sini Chil, pipi kanan" "Aw, keras banget yaa ka?" "Ga sekeras kaya ke kamu waktu itu, masih bisa ketahan. Kamu kemarin kaka liat banget dia mukulnya kaya orang kesetanan" "Haha udah gausah diinget-inget" "Iyaa Chil, aw pelan pelan" "Ini udah pelan-pelan baweeeel!!! Udah nih beres" "Bener nih mbak suster?" "Iya beneer" "Oke deh, makasih yaa" "Iyaa sama sama. Ngapain ngeliatin aku kaya gitu? Biasa aja kalii" "Haha ga papa. Biasanya aku diginiin sama ibu, baru sekarang diperhatiin sama cewe kaya kamu" "Hus ngelantur aja. Tuh ibu udah bawain minum" "Ini Man., diminum dulu. Udah ga papa kan?" "Udah lumayan, Bu" "Terus sekarang mau apa? Tidur?" "Iya. Tapi kaka tidur disini aja yaa" "Ko disini?" "Iya siapa tau kenapa kenapa. Tadi aja satpam ga di depan" "Iya sih. Tapi apa ngga di kamar aja?" "Ah, sama aja kalo tidur juga sama sama merem. Udah ga papa" "Iya kan lu strong yaa haha, aku ngantuk ka" "Yaudaj tidur aja, Ibu juga tidur aja, jangan nonton telenovela" "Hah? Telenovela apa ka?" "Iyaa nontonin kita Chil" "Haha bisa aja kamu. Udah Nak Chila tidur aja. Ibu juga mau tidur ini. Tapi nunggu motornya dulu" "Yaudah, tidur duluan yaa" 

"KAMU TAU APA?! AKU TUH SAYANG SAMA KAMU TAPI KAMU BEGO!" "BEGO APA, MAR?" "BEGO KAMU MALAH SAMA TUKANG BENSIN KAYA DIA" "BIAR, TUKANG BENSIN JUGA MASIH PUNYA PERASAAN GA KAYA KAMU!!!" 

Brug!! Jatoh. sakit bangeeeet!! Cuma mimpi. Udah lagi jatuh dari kasur -_-

Aku langsung balik tidur lagi. Tapi aku malah gabisa tidur. Aku langsung keluar kamar. Hujan deres banget ternyata. Aku ambil minum sebentar. Ngelewatin sofa yang dipake Ka Firman tidur. Setelah minum aku balik ke kamar. Tapi, mana mungkin aku bisa tidur sendiri dengan kondisi ujan deres kaya gini. Aku langsung ke ruang tengah. Aku nontonn TV di samping sofa yang dipake Ka Firman tidur. Aku bisa denger eluhan Ka Firman. Aku pikir dia emang lagi mimpi. Tapi lama-lama ko ga berenti berenti yaa?

"Ka Firman? Ka?" "AH!.....Eh Chila" "Kaka badannya panas. Tidur di kamar aja Ka" "Ngga disini aja. Kamu kenapa belum tidur, udah jam 1" "Aku mimpi jelek, jadi aku minum terus nonton tv sambil nunggu ujan reda" "Ooh, eerrgghhmmm aw" "Masih sakit ka?" "Iya masih" "Aku ambiliin air anget ya" "Boleh deh, makasih Chil" "Nih, sama sama" "Film apa ini Chil?" "Hunger Game" "Keren kayanya" "Emang. Tentang cewe sama cowo, dijadiin kaya gladiator gitu di hutan bikinan ilmuwan dan stasiun TV terus dijadiin tontonan. Sedih banget" "Sadis?" "Bisa dibilang. Antara saling ngebunuh sama dibunuh oleh alam, tapi alamnya aja dibikinin sama orang" "Parah banget." 

"Yaah udah abis, ngegantung bangeet!" "Iya Chil, ada lanjutannya?" "Ada, Mocking Bird gitu kalo gasalah" "Oh, kalo ntar ada itu kita nonton yuk" "Haha ada novelnya kali Kaa" "Wah iya? Mau beli ah nanti" "Kaka badannya masih panas?" "Udah ngga ko" "Mana sini? Masih panas tauuuu" "KAta siapa?" "Kata aku, kalo aku mau goreng telor tingga simpen wajan di atas jidat kaka ceplokin telor mateng nih" "Haha masa sih?" "Udah Ka tidur, udah jam 3" "Iyaa, kamujuga" "Tapi aku susah tidur kalo ujan gini ka" "Yaudah temenin kaka aja disini" "Haha siapa takut" "Chil?" "Kenapa ka?" "Aku sayang banget sama kamu" "Aku tau ka, kaka gausah bilang sama aku juga aku tau" "Kamu gimana?" "Gimana apa ka?" "Ah, ngga deh, lupakan, malem Chil" "Malem kaa" "Cewe kaka dulu suka kaya gitu" "Maksudnya? Kaka mau share?" "Iya. Cewe kaka dulu namanya Triska. Dia cantik, tapi mungkin kaka hanya jatuh cinta sama cantiknya, bukan sama hatinya. Kita cuma langgeng 5 bulan. Bulan pertama sih seneng banget. Mulai masuk bulan kedua kaka mulai curiga sama dia. Emang bener ternyata, dia jadian sama orang lain. Mungkin tau kaka ngga tajir. Ga kaya cowonya yang sampe sekarang masih bareng sama dia. Ternyata dia cuma jatuh cinta sama otak kaka, bukan sama kaka" "Yah, jaman sekarang gitu ka. Cinta bisa jadi temen, bisa juga jadi musuh" "Semoga kamu gaakan jadi musuh kaka ya" "Kenapa ka?" "Kaka tau, mungkin kamu fisik sama kaka, tapi hati kamu masih ada Damar. Kaka gabisa masuk kesana karena masih ada dia. Tapi Chil, kalo kamu tau. Baru kali ini aku diperhatiin sama cewe sampe segininya. Mungkin kalo nanti kamu bakal milih Damar, kaka bakal susah banget buat ngelupain kamu, Chil" "Kenapa kaa?" "Because, I only knew about the meaning of happy word, but I didn't. Since I met you, I'm starting to realize what happiness mean, what happinnes feels like, and I knew that when I saw your eyes, I can feel warmth, peace, every nice things, also love. You're the real cutest girl ever. And I fall in love wit everything inside you, Chila. I won't disturb what you will decide later, but I really need you. Not because of these stuffs, but it's like, I need my suplements, and I don't know what I will be if you're not here" "I see. But, it's time for you to sleep, you need it. I'll stay here for you till morning if you need me" "Thanks, Chil"

Udah jam 4, aku belum juga ngantuk. Ka Firman sih udah tidur. Tapi badannya masih panas terus dan dia ga berenti ngelindur. Kayanya emang sakit banget deh. Tangan aku yang sedari tadi ga berenti dia genggam karena dia mulai menggigil. Akhirnya sambil aku usap rambutnya aku tarik selimutnya agar sampai ke bawah dagunya. Lindurannya pun berhenti. Ditambah aku yang jadi ngantuk karena terus terusan ngusap rambut Ka Firman. Beautiful night. I also need you, Ka. Actually, I don't know what I will be if you're not here. Aku cium keningnya yang hangat demam, dan aku menyandarkan kepalaku di keningnya yang hangat, dengan tangan kiriku yang masih ia genggam dengan erat. Have a nice dream...