Jumat, 16 Agustus 2013

Poetry, Could It Be?

Mungkin memang hanya malam yang bisa menjawab

Juga bantal dingin yang bisa menampung air mata

Bagaimana dengan Tuhan?

Rasanya fana, tapi akankah ada?

Batin bergejolak saat hati pun tak menyahut sibak

Siksa dalam diri dengan doktrin iblis yang tiada henti bermuara

Tutup mata, hati, telinga, belum juga tiada

Kepala sudah tak sanggup lagi menahan

Dada sudah terlalu sesak memendam

Bak kata tak berwujud dunia

Doa hanya tinggal doa

Menengadah tangan, rasa sangat berdosa

Baru sebentar

Sudah menyerah

Hanya sedetik masa

Sudah ambruk yakin jiwa

Mungkin iya, mungkin tidak

Yang pasti hanya tiada


Sudah, air mata sudah bebas

Masih lagi saja datang

Jika dunia pun tak menjabat

Tengadah tangan kan kosong sia-sia


Tiada isi

Tak berarti

Sakit

Luka tanpa fisik

Amarah, sekepal tak berbagi

Jantung bagai berlari

Mencari kebenaran sejati


Dunia ini memuakkan

Tiada bisa dibanggakan

Mimpi hilang tanpa angan

Sabar, sampai kapan?


Baru sebentar, yakin jiwa tak berdaya


Baru sekali, tak mau lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar