Jumat, 04 Desember 2015

Apa

Entah apa yang terlintas, membuatku sangat sulit mempercayai bahwa kali ini aku bagai berdiri di atas seutas tali yang terbentang diantara dua tebing tinggi dengan jurang tepat dibawahku. Tanggung jawab dan kontribusi sangat dibutuhkan dalam lingkunganku yang baru ini. Kedua hal ini harus didukung dengan kehati-hatian, kesabaran, ketelitian, dan kejelian dalam melihat kesempatan atau keburukan dalam suatu tindakan yang nantinya akan aku ambil. 

Saat aku salah, sedikit saja, tali ini akan bergoyang, menghilangkan keseimbangan. Bayangkan jika aku melakukan tindakan yang amat sangat fatal, mungkin aku telah hilang ditelan jurang diantara dua tebing dimana tali yang aku pijak mengandalakan kekuatannya. 

Apa yang kau bayangkan jika aku sudah tertelan jurang, mungkinkah aku meraih ranting pohon untuk bertahan, atau aku harus menerima dengan pasrah jika tanganku hanya tersangkut pada udara yang terus mendorongku kebawah dan menghantam bebatuan di jurang itu?

Jika aku sudah meraih ranting pohon itu, apakah aku akan kembali berharap memiliki kekuatan untuk mencari batu pijakan, ataukah aku akan melepaskan tanganku dari ranting pohon penyelamat itu, atau aku hanya akan menjadi seonggok daging dengan darah dengan nama tanpa nyawa?

Saat aku mampu mendapat batu pijakan, apakah aku akan diam dan mati kelaparan dan kehausan karena aku terlalu takut untuk menyusuri ruang besar pada tebing besar itu, atau aku akan mati karena diserang binatang buas, atau aku akan berburu, atau bahkan meminum urinku sendiri? Saat aku melepaskan tanganku, apakah aku akan menemukan pohon penyelamatku yang lain, atau aku akan mendapat ranting pohon yang lebih baik, atau aku akan menghantam bebatuan di jurang itu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar